Biarpun sekarang ini memang sudah lebih modern, diskriminasi gender masih sering ditemui. Tempat yang lumayan sering ada kasus diskriminasi gender adalah di tempat kerja.
diskriminasi gender adalah merupakan bentuk ketidakadilan dengan adanya perbedaan sikap serta perlakuan kepada sesama manusia yang cuma dilihat dari jenis kelamin.
Perempuan memainkan peran penting dalam perekonomian dunia. Mereka tidak diragukan lagi dianggap sebagai tokoh sentral dalam keluarga dan menentukan serta mengatur aliran keuangan rumah tangga. Namun, dalam lingkungan kerja, perempuan masih diperlakukan “kurang” di kantor atau kehidupan profesional, terlepas dari keuangan keluarga.
Berikut adalah beberapa isu yang terus muncul tentang diskriminasi gender yang masih diderita perempuan di tempat kerja dan bagaimana cara mengatasinya.
Isu Diskriminasi Gender

-
Perbedaan Gaji
Menurut Institute for Women’s Policy Research, wanita memperoleh 49 sen untuk setiap dolar yang diperoleh pria. Orang mungkin masih berpikir bahwa ini mungkin karena perempuan mendapat cuti melahirkan. Namun ada juga pengamatan lain, data baru mencakup pekerja paruh waktu dan perempuan yang mengambil cuti dari pekerjaan.
Bahkan dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, penghasilan perempuan masih jauh lebih rendah. Untuk mengisi kekurangan ini, para ahli mengatakan langkah-langkah baru harus diperkenalkan, termasuk cuti melahirkan yang lebih dibayar, tunjangan pengasuhan anak dan langkah-langkah dukungan keluarga lainnya.
-
Kekerasan Seksual
Pelecehan seksual merupakan hambatan bagi banyak wanita dalam kehidupan profesional mereka. Nyatanya, sangat sedikit yang diketahui tentang berapa banyak wanita yang mengalami jenis penindasan ini.
Pada Januari 2018, Stop Street Harassment melakukan survei yang menemukan bahwa 38 persen perempuan pernah mengalami pelecehan seksual di tempat kerja dan 81 persen mengatakan pernah mengalami beberapa motif pelecehan seksual, baik kekerasan verbal maupun fisik, dalam hidup mereka.
-
Kesempatan Mendapatkan Promosi Kerja
Biarpun punya jenjang pendidikan lebih tinggi dibanding pria serta punya pengalaman hampir setengah dari angkatan kerja, perempuan dipromosikan di tempat kerja jauh lebih sedikit daripada laki-laki.
Anda mungkin sudah tahu kalau perempuan yang jadi CEO kurang dari 5 persen. Perempuan kulit berwarna bahkan lebih buruk, karena mereka tidak ditemui dalam list Fortune 500.
-
Rasisme
Data yang didapatkan dari Institute for Women’s Policy Research menemukan bahwa perempuan Asia punya penghasilan tahunan rata-rata paling tinggi dan diberi kompensasi sebesar 46.000 USD. Perempuan berkulit putih pendaptan tahunanya sebesar 40.000 USD, sedangkan untuk perempuan asli Amerika serta Hispanik mendapatkan gaji paling kecil, cuma 28.000 USD sampai 31.000 USD rata-rata pertahunnya. Pendapatan juga sangat beragam bila dilihat dari ras jika disandingkan dengan apa yang didapatkan laki-laki.
-
Negosiasi Gaji
Perempuan masih sering takut untuk meminta gaji yang lebih tinggi di tempat kerja. Negosiasi gaji seringkali dianggap serakah atau bentuk keputusasaan bagi perempuan sehingga membuat mereka enggan bernegosiasi saat wawancara kerja.
Sebuah studi Glassdoor baru-baru ini menemukan bahwa wanita lebih jarang dalam menegosiasikan gaji mereka daripada pria. Dan menurut data, 70 persen perempuan menerima gaji yang ditawarkan tanpa negosiasi, dibandingkan laki-laki yang hanya 52 persen.
Baca juga: 7 Olahraga Pilihan untuk Pekerja Kantoran
Cara Mengatasi Diskriminasi Gender di Tempat Kerja

Untuk menghindari diskriminasi gender di lingkungan kerja, perusahaan bisa mulai menginisiasi kebijakan yang inklusif dan mendukung perempuan pekerja. Tujuannya agar pekerja perempuan mereka yang berbakat bisa diberdayakan untuk kemajuan kantor.
Berikut adalah cara-cara lengkap yang bisa diupayakan untuk mengurangi diskriminasi gender di tempat kerja:
-
Menciptakan Kebijakan yang Inklusif
Singkatnya, kebijakan yang inklusif mampu mengakui dan menghormati keberagaman karyawannya sehingga mereka dapat berpartisipasi secara penuh dan tanpa diskriminasi serta memiliki pengalaman kerja yang positif. Perbedaan pandangan, kepribadian, dan keterampilan tidak lagi menjadi persoalan. Kebijakan yang inklusif ini harus dikomunikasikan kepada karyawan dan digunakan sebagai titik awal kebaikan bersama.
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, mengembangkan kebijakan inklusif dapat meningkatkan kepuasan karyawan lintas gender. Jadi jika Anda mempelajari logika menang dan kalah, perusahaan akan mendapat lebih banyak keuntungan. Semakin beragam latar belakang karyawan saat ini, semakin banyak pula inovasi yang diciptakan untuk memajukan perusahaan.
-
Menjadi Pimpinan yang Teladan
Sebagai seorang pemimpin yang ingin menciptakan lingkungan yang ramah bagi seluruh karyawan, terutama wanita, memberikan contoh yang baik sejak awal. Pemimpin di sini harus memahami pentingnya kesetaraan gender untuk semua. Ketika seorang memberikan contoh yang baik, karyawan merasa nyaman dalam berkerja. Ketika suatu pelanggaran terjadi, karyawan tidak segan untuk terbuka dalam berdiskusi menyelesaikan masalah.
-
Mengapresiasi Keberagaman
Setelah pemimpin memahami manfaat inklusi dan keragaman tempat kerja, perusahaan bisa mulai mencari ide-ide atau program yang dapat membangun indikator inklusivitas yang dimau. Misal, membuat perayaan atau penghargaan keragaman dan inklusi di tempat kerja. Undang karyawan dengan latar belakang dan tradisi berbeda untuk unjuk gigi menampilkan keberagaman mereka.
Tak lupa, berikan penghargaan kepada partisipan agar dapat memacu motivasi yang lainnya untuk menerima perbedaan.
-
Adanya Peraturan Terkait Pelecehan Seksual
Satu hal yang mendukung tak munculnya diskriminasi gender di tempat kerja adalah rasa aman bagi setiap orang tanpa terkecuali. Rasa aman ini diwujudkan melalui pembuatan kebijakan atau peraturan yang berkaitan dengan isu kekerasan seksual di tempat kerja.
Hal ini penting agar korban dapat melaporkan kejadiannya dengan aman dan tanpa intimidasi. Peraturan ini juga harus memiliki perspektif yang ramah terhadap korban. Selain itu, harus dibentuk lembaga independen di dalam perusahaan untuk menangani persoalan tersebut, dan yang terpenting lembaga ini menjaga kerahasiaan identitas korban.
-
Mengadakan Sosialisasi Terkait Kesetaraan Gender
Memang masih banyak orang yang belum paham tentang kesetaraan gender, dan tidak tahu kalau mereka sudah melakukan diskriminasi gender pada orang lain. Oleh sebabnya, penting untuk perusahaan untuk mengadakan pelatihan tentang apa itu kesetaraan gender dan mengatasi diskriminasi gender di tempat kerja.



